Sosialisasi Produk Hukum Pusat

Kecenderungan kita adalah ”merasa bangga bisa melanggar aturan”. Contohnya saat lampu lalu lintas dijalan menyala merah, kita akan bangga untuk terus melaju, bukannya berhenti.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo Said Romadhon, ketika membuka acara sosialisasi dan penyuluhan produk-produk hukum pusat di Ruang Arahiwang, 25/6. Pernyataan Sekda itu untuk menegaskan tentang perbedaan negara maju dengan negara berkembang, dimana perbedaan itu hanyalah pada disiplin dan taat hukum.  Di negara maju kedisiplinan dan taat hukum sangat terasa, sementara dinegara berkembang  hal itu masih belum menjadi hal yang dianggap penting. “Padahal  asal kita mau disiplin dan taat hukum, maka kita akan sama atau sejajar dengan negara-negara maju yang lain, “papar Sekda.

Sosialisasi dan penyuluhan produk-produk hukum pusat itu dilaksanakan oleh Bagian Hukum Setda Kabupaten Purworejo, dengan menghadirkan Panitera Pengganti dari Pengadilan Negeri Purworejo selaku narasumber. Materi Sosialisasi adalah UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak beserta perubahannya, serta UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Purworejo Heru Sasongko, mengatakan bahwa sosialisasi diikuti  988 peserta dari 494 desa/kelurahan se-Kabupaten Purworejo, dengan masing-masing desa/kelurahan mengirimkan 2 peserta, yang terbagi dalam 9 hari kerja. Menurut Heru Sasongko bahwa sosialisasi tersebut bertujuan agar masyarakat memahami ketentuan-ketentuan yang ada dalam peraturan perundang-undangan, sehingga diharapkan masyarakat luas akan mentaati aturan-aturan yang sudah ditetapkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *